Kesehatan
merupakan unsur penting di dalam kehidupan, Islam juga memberikan
penjelasan-penjelasan lewat Al-Qur’an maupun hadis yang berkaitan tentang
pentingnya kesehatan.
Keperawatan merupakan salah satu profesi yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Perawat, bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan hati yang tulus, ramah, dan ikhlas.
Dokter dan Perawat adalah orang yang berperan sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Profesi dokter dan keperawatan bagi umat Islam dikatakan suatu profesi yang bernilai ibadah, mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan, mendahulukan kepentingan kesehatan dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di atas kepentingan sendiri.
Peran perawat sangat penting dalam keaadaan apapun, salah satu nya sebagai comforter, artinya perawat memberikam kenyamanan dan rasa aman kepada pasien. Islam mengajarkan bagaimana umat manusia dapat menolong sesama, pertolongan itu pastinya harus diberikan secara tulus dan ikhlas.
Tingkat
pelayanan keperawatan terdapat tiga tingkatan, yaitu perawatan primer, perawatan
sekunder dan perawatan tersier.
|
Perawatan
Primer |
Perawatan
Sekunder |
Perawatan
Tersier |
|
Pelayanan kesehatan yang pertama kali dibutuhkan pasien pada
saat mereka mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan.Tempat-tempat
pelayanan perawat primer harus ditempuh dengan mudah dengan pasien, contohnya
klinik, puskesmas, dan praktik dokter. |
Pelayanan kesehatan tingkat kedua, pelayanan ini memerlukan
perawatan lebih lanjut ke rumah sakit. Biasanya pelayanan tingkat sekunder
dilakukan oleh medis khusus. |
Pelayanan kesehatan tingkat ketiga, perawatan ini lebih
mengutamakan pelayanan subspesialis yang luas. |
Selain
ada tingkat pelayanan keperawatan, ada juga tingkatan pencegahan keperawatan
kesehatan, yaitu pencegahan keperawatan primer, pencegahan keperawatan sekunder
dan pencegahan keperawatan tersier.Pencegahan keperawatan primer adalah
perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tertentu yang dilakukan
sebelum sakit.Sedangkan pencegahan keperawatan sekunder adalah pengobatan yang
cepat dan tepat yang dilakukan pada masa pasien mulai sakit.Pencegahan
keperawatan tersier adalah pembatasan kecacatan dan pemulihan kesehatan pasien
kepada status fungsi yang maksimal dalam keterbatasan yang diakibatkan oleh
penyakit dan ketidakmampuan, contohnya penyakit stroke.
Dalam
pelayanan kesehatan, pasien dapat merakasan kepuasan dan ketidakpuasan dalam
mendapatkan pelayanan kesehatan. Ketidakpuasan terhadap pelayanan rumah sakit
dapat menyebabkan pasien tidak menggunakan lagi pelayanan kesehatan, sehingga
berdampak kepada penurunan jumlah pasien dan dapat menurunkan pendapatan rumah
sakit yang memberikan pelayanan berkualitas sesuai dengan harapan pasien
(Supranto, 2006 dalam jurnal Muh. Abdurrouf dan Cindy Rosalia, 2018). Jadi
pasien yang puas dalam pelayanan kesehatan akan selalu nyaman di rumah sakit
dalam waktu yang lama, pasien akan selalu kembali ke rumah sakit tersebut jika
ia sakit dan butuh perawatan.
Kepuasaan
pasien tergantung dari kualitas pelayanan yang diberikan oleh dokter dan
perawat.Kualitas layanan ini pada akhirnya dapat memberikan beberapa manfaat,
di antaranya terjalinnya hubungan yang harmonis antara penyedia barang,
jasa, dan
pelanggan, memberikan dasar yang baik bagi terciptanya loyalitas pelanggan dan
membentuk sesuatu rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mounth) yang menguntungkan bagi penyedia jasa tersebut
(Nursalam, 2015 dalam jurnal Muh. Abdurrouf dan Cindy Rosalia, 2018). Kualitas
layanan yang diberikan kepada pasien dapat meningkatkan pendapatan rumah sakit
itu sendiri dan pasien juga akan merekomendasikan pelayanan rumah sakit yang
berkualitas kepada orang lain.
Dengan demikian keperawatan memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Seorang perawat harus memberikan pelayanan kesehatan dengan sikap ramah kepada pasien dan memberikan pelayanan kesehatan dengan hati yang tulus. Dan kepuasan pelayanan kesehatan terhadap
seorang pasien itu sangat diutamakan karena untuk meningkatkan jumlah pasien
dan pendapatan rumah sakit tersebut. Jika pasien tidak merasa puas dengan
pelayanan kesehatan yang diberikan maka dapat menurunkan jumlah pasien dan
pendapatan rumah sakit tersebut.
Suriati dan Jannah, Noraliyatun. 2017. Kesiapan Perawat dalam Pelayanan Kesehtan Islami. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan. 2716-3555. Diakses pada tanggal 31 Agustus 2020 11.49 WIB
http://jim.unsyiah.ac.id/FKep/article/download/4741/2975
Abdurrouf, Muh dan Rosalia, Cindy. 2018. Pelayanan Syariah dalam Bidang Keperawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Rumah Sakit. Unissula Press. 978-602-1145-69-2. Diakses pada tanggal 31 Agustus 2020 15.24 WIB
http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/unc/article/download/2862/2079
Budiono. 2016. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta:Pusdik SDM Kesehatan.

Bermanfaat sekali :)
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali blognya. Terima kasih ka
BalasHapusWah blog nya sangat membantu Terima kasih yaa ka
BalasHapusTerima kasih, Kak. Ilmunya sangat betmanfaat ^_^
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusMakasih Ilmu, semangat terus nulis blog nya
BalasHapusWaw,sangat menginspirasi blog nya,menambah wawasan saya tentang ilmu pelayanan kesehatan keperawatan.tetap semangat dan jangan lelah untuk membagikan ilmunya yaaa!!
BalasHapusbermanfaat sekali kak blognya, semangattt trs yaa sayang wkwk
BalasHapusMakasih infonya kak, semangat terus untuk belajar kakk.
BalasHapus